Senin, 28 Januari 2013

Taukah Anda ?

Fakta Ilmiah

Mukjizat Al-Qur’an
Oleh Sami’ Al-Qasim

Dr. Abdul Basit Muhammad as-Said kepala Al-Majma’ al-‘Ilmiy li Hai’atil I’jazil ‘Ilmiy fil Qur’anil Karim was Sunnah (Lembaga Riset Mukjizat Ilmiah Alqur’an dan Sunnah) Mesir menegaskan bahwa atmosfer bumi setiap harinya kejatuhan dari 10.000-20.000 meteor antara waktu isya’sampai terbitnya fajar, kecuali pada suatu malam di bulan Ramadhan (diperkirakan itu adalah Malam Qadar). Namun demikian tidak ada satu pun publikasi tentang hal ini. Lembaga antariksa Amerika Serikat NASA telah mengetahuinya sejak seuluh tahun yang lalu, tetapi mereka sengaja menyembunyikan fakta ini.

Dalam konteks yang sama Dr. Abdul Basit juga menyampaikan bahwa sampai tahun 2006 secara ilmiah baru diketauhi bahwa tubuh manusia terdiri atas 340 persendian. Hingga ilmuan Jerman Scheinin berhasil menemukan 10 persendian lain yang tersusun di dalam telinga di sebelah kiri otak, yang berarti terdapat 10 persendian serupa di sebelah kanan otak, dengan demikian total jumlah persendian mencapai 360 persendian. Ini menegaskan kebenaran apa yang diucapkan oleh Nabi  SAW lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap keturunan Adam diciptakan dengan 360 persendian, maka barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih, beristighfar, menyingkirkan batu dari dari jalan, atau duri, atau tulang dari jalan, atau melakukan amar makruf atau nahi mungkar, sejumlah 360 tersebut, maka dia melangkah pada hari itu dengan menjauhkan dirinya dari api neraka.” (Hadits nomor: 2377). Abdul Basit lebih lanjut menyampaikan bahwa dengan sekedar menyampaikan Hadits Nabi tersebut kepada pakar Anatomi Jerman tersebut, dia mendapat jawaban tiga kalimat berikut, “Dua puluh tahun saya meneliti persendian, sementara dalam kitab suci Anda tertulis apa yang saya teliti, mengapa tidak seorang pun di antara Anda semua yang menemukannya? Anda telah membiarkan kami tersesat.”

Dr. Abdul Basit juga mengatakan bahwa masyarakat Denmark yang berjumlah 3,7 juta jiwa banyak yang masuk Islam karena fakta ilmiah mencengangkan yang diungkap oleh Al-qur’an. Di antaranya adalah bahwa sperma yang dihasilkan laki-laki berwarna putih kental akan membentuk tulang dan sistem saraf tubuh, sementara sperma yang dikeluarkan oleh wanita berwarna kekuningan dan lebih encer akan membentuk daging dan darah. Anak-anak yang menderita kanker darah atau leukimia, ditemukan tidak dapat menerima tranfusi darah dari ayahnya karena persamaan partikel darah mereka tidak lebih dari 50%, berbeda dengan ibu yang dapat mencapai 80%.

Lainya menurut Dr. Abdul Basit, seorang ilmuan antariksa NASA Karnar kehilangan pekerjaanya di Badan Antariksa milik Amerika tersebut karena menyatakan masuk Islam. Adalah celah di sabuk atmosfer yang dikenal dengan “Wan Alan” yang menjadi pintu pesawat antariksa meninggalkan atmosfer bumi menuju angkasa luar yang ternyata isyarat tentang keberadannya terdapat dalam Alqur’an al-Karim yang menuntunnya ke jalan yang benar. Patut diketahui bahwa radiasi sinar kosmik yang membungkus atmosfer lebih tinggi daripada radiasi nuklir, pesawat ruang angkasa akan hancur terbakar jika melakukan penerbangan secara sembarangan lalu menabrak sabuk atmosfer tersebut. Oleh karena itu para ahli menuntun mereka melewati celah Wan Alan tersebut. Abdul Basit bahwa celah di sabuk atmosfer yang dilewati oleh pesawat ulang-alik tersebut keberadaanya telah disebutkan secarasembarangan lalu menabrak sabuk atmosfer tersebut,oleh karena itu para ahli menuntun mereka melewati celah Wan Alan tersebut. Abdul basit berkata bahwa celah di sabuk atmosfer yang dilewati oleh pesawat ulang-alik tersebut keberadaannya telah disebutkan secara implisit dalam Alqur’an, ayat tersebut ialah:

dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, teneulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.” (Q.S. al-Hijr ayat 14-15)

            Menurut Abdul Basit bahwa ayat tersebut memberi petunjuk kepada Karnar bahwa semesta setelah melewati atau di balik celah tersebut adalah kegelapan, sukkirat absaarunaa (pandangan kamilah yang dikaburkan) artinya tidak ada yang terlihat karena semuanya menjadi gelap. (am)

Minggu, 27 Januari 2013

Kisah 1

Hati Yang Diam Kala Terluka
Oleh Syekh Mamduh Farhan al-Buhairi

Seorang dokter ahli bedah bergegas menuju rumah sakit begitu dihubungi pihak rumah sakit karena seorang pasien dalam kondisi kritis harus segera dioperasi. Begitu sampai, dia mempersiapkan diri, mandi dan bersalin pakaian.

Sejenak sebelum masuk ke ruangan operasi ia bertemu dengan ayah pasien yang raut wajahnya memendam cemas bercampur marah. Dengan ketus laki-laki itu mencecar sang dokter, “Kenapa lama sekali dokter! Tidak tahukah Anda bahwa anak saya sedang kritis? Mana tanggung jawan Anda sebagai dokter?”

Dokter bedah itu menjawab dengan senyum, “Saudaraku, saya sangat menyesal atas keterlambatan ini. Tadi saya sedang berada di luar., tetapi begitu dihubungi saya langsung menuju ke sini. Semoga Anda maklum dan dapat merasa tenang sekarang. Do’akan sja saya dapat melakukan tugas ini dengan baik, dan yakinlah bahwa Allah akan menjaga anak Anda.”

Keramahan sang dokter ternyata tidak meredakan amarah si bapak, bahkan suaranya mengguntur, “Anda bilang apa? Tenang!? Sedikit pun Anda tidak peduli rupanya, apakah Anda bisa tenang jika anak Anda yang sedang sekarat? --semoga Allah mengampuni dosa Anda-- Apa yang akan Anda lakukan jika anak Anda meninggal?”

Sambil tetap mengulas senyum dokter menanggapi, “Bila anak saya meninggal saya akan mengucapkan seperti yang di firman Allah : 
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
 
“yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka mengatakan, ‘Kita adalah milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali”.
(QS. Al Baqarah:156)
                                    
Dokter itu melanjutkan, “Adakah ucapan belasungkawa yang lain bagi orang beriman? Maaf Pak, dokter tidak dapat memperpanjang usia tidak juga dapat memendekkannya, usia di tangan Allah. Dan kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan putra Anda. Hanya saja kondisi anak Anda kelihatannya cukup parah, oleh karena itu jika terjadisesuatu yang tidak kita inginkan ucapkanlah ‘innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Saran saya, sebaiknya Ada pergi k mushalla rumah sakit untuk melaksanakan shalat dan berdo’a kepada Allah agar anak Ia menyelamatkan anak Anda”, tambahnya.

Laki-laki orang tua pasien menanggapi dengan sinis, “Nasehat itu memang mudah, apalagi untuk orang yang tidak punya hubungan dengan Anda.”

Sang dokter segera berlalu masuk ruangan operasi. Operasi berlangsung beberapa jam, lalu sang dokter keluar tergesa-gesa dan berkata kepada orang tua pasien, “berbahagialan Pak, Alhamdulillah perasi berjalan lancar, anak Anda akan baik-baik saja. Maaf, saya harus segera pergi, perawat akan menjelaskan kondisi anak Anda lebih rinci.”

Orang tua pasien tersebut tampak berusaha mengajukan pernyataan lain, tetapi sang dokter segara beranjak pergi. Selang beberapa menit, sang anak keluar dari rung operasi disertai seorang perawat. Seketika orang tua anak itu berkata, “Ada apa dengan dokter egois itu, tidak sedikit pun memberi kesempatan kepada saya untuk bertanya tenyang kondisi anak saya?”

Tiba-tiba perawat tersebut menangis terisak-isak dan berkata, “Kemarin putra beliau meninggal dunia akibat kecelakaan. Ketika kami hubungi, dia sedng bersiap-siap untuk mengebumikan putranya itu. Apa boleh buat, kami tidak punya dokter bedah yang lain. Oleh karena itu begitu selesai operasi dia bergegas pulang untuk melanjutkan pemakaman putranya. Dia telah berbesar hati meninggalkan sejenak kesedihannya atas anaknya yang meninggal demi menyelamatkan hidup anak Anda,”

Ya Allah rahmatilah hati yang meski terluka namun tidak berbicara. Aamiin

Kesehatan 2

Imunisasi di Mata Islam


UNICEF mencatat, sekitar 30.000-40.000 anak di Indonesia meninggal setiap tahun karena campak. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), hingga kini, angka kematian balita akibat infeksi masih tinggi, yang seharusnya itu dapat dicegah dengan imunisasi.
            Menurut Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, SpA(K) tujuan imunisasi adalah mencegah penyakit, mencegah penularannya, menurunkan angka kejadian, dan eradikasi (pemusnahan total) penyakit. “Jika tidak diimunisasi, anak tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap bakteri patogen,” jelasnya dalam Simposium IDAI ke-3 di Jakarta. 

 
            Meski efikasi (kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan) vaksin maksimal hanya 90 persen, tapi Sri menjelaskan, itu masih lebih baik ketimbang seseorang yang tidak divaksin karena tidak memiliki perlindungan sama sekali. “Sudah divaksin saja masih bisa tertular, apalagi yang tidak sama sekali, bisa menjadi wabah dan merugikan orang lain.”
            Ini terjadi di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Difteri mewabah karena banyak ibu yang menolak anaknya diberi vaksin difteri. “Pemerintah kembali harus mengeluarkan uang lagi untuk vaksinasi ulang sebesar Rp20 miliar karena difteri mewabah dan memakan korban. Seharusnya anggaran sebesar itu bisa untuk yang lain,” tegas Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat IDAI dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi.
            Salah satu hal yang menjadi persoalan adalah kehalalan vaksin. Masih bayak vaksin yang belum mendapat sertifikasi halal. Hanya vaksin meningitis dari dua produsen yang sudah halal, kata Wakil Direktur LPPOM MUI Ir. Muti Arintawati, M.Si, yaitu Novartis dan Tian Yuan.
Anggota Dewan Syari’ah Nasional MUI Drs. H. Aminuddin Yakub, MA menyarankan umat Muslim berijtihad dalam memutuskan penggunaan vaksin. Vaksin yang kita gunakan saat ini kebanyakan mengandung unsur haram. Terlebih jika menggunakan unsur babi atau anjing yang tergolong najis mughalladzah (najis yang berat). “Untuk sesuatu yang haram, jangankan menggunakan, memanfaatkannya untuk sesuatu saja hukumnya sudah haram,” tuturnya.
Tetapi Aminuddin menambahkan, jika imunisasi adalah program untuk kemaslahatan bangsa dan umat yang arahnya kepada mewujudkan generasi yang kuat, maka imunisasi tergolong program yang maslahat. “Kalau ada jalan menuju suatu kondisi maslahat, maka wasilah menuju kondisi yang maslahat itu menjadi wajib diikuti,” tegas Aminuddin.
Di saat seperti ini, umat sangat mendambakan vaksin yang disertifikasi halal agar semakin tenang melakukan pencegahan penyakit. Sebab, berobat dengan yang halal merupakan anjuran Rasulullah saw. Komitmen untuk melindungi umat harus dimulai sedini mungkin oleh berbagai pihak terkait. Citra Septianingtyas



Tips 1

Tips Berubah

Oleh: Drs. Soehardjoepri, M.Si

Tidak ada manusia yang tidak ingin SUKSES dalam hidupnya. Semua ingin sukses di dunia dan akhirat. Namun tidak sedikit yang ingin SUKSES, namun tidak tahu bagaimana caranya.  Jika ingin SUKSES, mesti berubah. Berubah pola pikirnya, berubah bicaranya, dan berubah actionnya. Kita menginginkan perubahan-perubahan dalam hidup. Perubahan dari yang tidak sukses menjadi sukses dan perubahan apapun itu.

Mari kita ingat firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Q.S. al-Anfaal:53, “Yang demikian (siksaaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Nampak jelas dari firman Allah ini bahwa Dia tidak akan pernah megubah apapun, kecuali suatu kaum (diri sendiri) mengubah menjadi yang terbaik dalam bidang masing-masing.

Syarat utama adalah definisikan perubahan secara jelas, lalu beri formula perubahan yaitu 3B :
  •   B1: Belajar. Kita dapat pengetahuan dan membentuk mental/perasaan sehingga kita tahu dan mau apa yang kita inginkan. Ini aturan untuk menghasilkan energi.
  •   B2: Berlatih. Secara fisik kita harus bisa aktif meraihnya. Teknik harus kita kuasai.
  •   B3: Berjuang. Hal ini untuk menghadapi hambatan dari B1 dan B2 yang muncul.




Ingat !!

Rumus Berubah: B1xB2xB3

BUKAN: B1+B2+B3



Artinya bahwa menuju SUKSES itu diperlukan kerja keras dengan melipatgandakan apapun yang ada pada diri kita, bukan hanya menambahkan.

Mari kita sadari bahwa di internal kita ada hambatan-hambatan menuju sukses, antara lain:
1.      Allah Subhanahu wa ta’ala tidak dilibatkan dalam segala hal.
2.      Suksesnya tidak jelas/tak terdefinisi.
3.      Keyakinan diri lemah. Banyak faktor yang menyebabkan ini.
4.      Fokuslah pada hal-hal positif pada diri kita.
5.      Tak mau belajar.
6.      Tidak berani bereksperimen dengan kreativitas diri.
7.      Kurang inovasi.
8.      Tidak mempunyai rencana.
9.      Suka mengeluh.
10.  Tidak berani mengambil resiko.
11.  Suka menyalahkan situasi, orang lain, dan lainnya.

Adapun hambatan eksternal yang sering muncul adalah :
1.      Kurang komunikasi.
2.      Kurang informasi.
3.      Tidak menjalin kerjasama.

Semoga tulisan ini dapat menggugah diri untuk mengubah kekurangan menjadi potensi diri yang luar biasa, menghadapi persoalan hidup yang semakin kompleks dan rumit ini. Pastikan bersama Allah Subhanahu wa ta’ala TIDAK ADA YANG TIDAK BISA. Semua bisa kita ubah. Tinggal persoalannya : MAU mengubah atau TIDAK MAU mengubah ??? Wallahu a’lam.